Berdayakan Masyarakat Pesantren Cegah TBC, PP Fatayat NU bersama Fatayat NU Bali Siap Cetak Kader Penggerak Pesantren Sehat

Orientasi kader Pesantren Sehat Fatayat NU Bali

pwnubali.or.id – Penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang harus ditanggulangi baik pemerintah maupun masayrakat sampai saat ini. Menurut laporan Global TB report 2020, tercatat saat ini Indonesia masuk dalam daftar 30 negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dan menduduki peringkat 2 dunia. Bahkan selama 4 tahun terakhir peningkatan angka kejadian TBC sebanyak 69%. Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, maka Pimpinan Pusat Fatayat NU bersama dengan Pimpinan Wilayah Fatayat NU provinsi Bali menggelar acara orientasi pemberdayaan masyarakat pesantren dalam penanggulangan TBC dan permasalah kesehatan lainnya. Hal itu merupakan upaya untuk mewujudkan pesantren sehat serta bebas dari segala penyakit lainnya termasuk TBC.

Masyarakat pesantren menjadi pencontohan bagi masyarakat lainnya dalam upaya gerakan masyarakat hidup sehat dengan cara berkomitmen penuh melakukan kegiatan-kegiatan peduli lingkungan mulai dari menginformasikan, mempengaruhi dan membantu masyarakat pesantren agar berperan aktif mendukung perubahan perilaku dan lingkungan sehat serta menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat pesantren.

Di Bali, kegiatan orientasi tersebut berjalan selama 4 hari yaitu mulai tanggal 15-16 Oktober di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Loloan Timur, Jembrana kemudian tanggal 17-18 Oktober 2021 di Pondok Pesantren Al-Amin Jl. Rama Gang 1 Delot Peken, Tabanan. Dalam masing-masing kegiatan tersebut didampingi oleh PC Fatayat NU Jembrana dan PC Fatayat Nu Tabanan, Bali serta dari Dinas Kesehatan masing-masing daerah.

Peserta Kader Pesantren Sehat Fatayat NU Bali

Tujuan Utama kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemauan, kesadaran, dan kemampuan pesantren dalam menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat pesantren dalam penanggulangan TBC dan permasalahan kesehatan lainnya. Sementara output kegiatan tersebut adalah mencetak 320 santri yang terlatih sebagai keder pengelola dan penggerak pesantren sehat.

Sahabt Umi Kulsum, dari PP Fatayat NU yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mewujudkan pesantren sehat khususnya di Bali. Pihaknya berharap akan banyak pesantren yang menjadi penggerak pesantren sehat agar terhindar dari penyakit termasuk TBC atau Covid-19 saat ini.

“Diharapkan dikalangan pesantren dapat membentuk kader pesantren sehat sehingga dapat mencegah timbulnya klaster- klaster baru covid 19 pandemi sekarang ini,” terangnya.

Usai kegiatan sosialisasi, acara ditutup dengan penandatanganan komitmen pemberdayaan masyarakat pesantren untuk mewujudkan pesantresn sehat oleh PP Fatayat NU, PW Fatayat NU Bali, PC Fatayat NU Jembrana serta Tabanan, Dinas Kesehatan setempat, dan masing-masing pimpinan pondok pesantren.

Komitmen Bersama Wujudkan Pesantren Sehat

 

Kontributor : Nur – Sekretaris PW Fatayat NU Bali
Editor : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.