Mengutip Kitab Bulughul Maram, Bolehkah Langsung Tidur Dalam Keadaan Junub?

pwnubali.or.id – Sebagai Pasutri baru banyak hal yang harus dipahami sebagai dasar membangun rumah tangga. Bagaimana membangun hubungan yang baik, komunikasi yang baik, parenting yang baik, begitupula dengan fikih thaharah.

Ada beberapa pertanyaan yang kerap muncul dari para pasutri baru terutama dalam hal hubungan suami istri. Salah satunya adalah pertanyaan tentang bagaimana setelah junub apakah harus langsung mandi atau boleh tidur dulu.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini dijawab oleh Ustadz Asy’ary Muslih, S.H.I, mengutip dari kitab Bulughul Maram. Menurut Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Provinsi Bali tersebut bahwa.

“Tidak diwajibkan langsung mandi setelah jimak, namun mandi jinabat tetap wajib karena dalam keadaan junub, maka sebelum melakukan ibadah harus mandi wajib dulu,” terang Ustadz Asy’ary.

Adapun penjelasan selanjutnya adalah sebagai berikut;

1. Wudhu dulu sebelum tidur:

ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺃﺭاﺩ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻫﻮ ﺟﻨﺐ ﺗﻮﺿﺄ ﻭﺿﻮءﻩ ﻟﻠﺼﻼﺓ ﻭﺇﺫا ﺃﺭاﺩ ﺃﻥ ﻳﺄﻛﻞ ﺃﻭ ﻳﺸﺮﺏ ﻭﻫﻮ ﺟﻨﺐ ﻏﺴﻞ ﻳﺪﻳﻪ ﺛﻢ ﻳﺄﻛﻞ ﻭﻳﺸﺮﺏ (ﺩ ﻧ ﻫـ) ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ.

“Jika Nabi hendak tidur dalam keadaan junub maka Nabi wudhu dahulu seperti wudhu untuk sholat. Dan jika Nabi hendak makan atau minum dalam keadaan junub maka Nabi membasuh tangannya lalu makan dan minum.” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Aisyah)

2. Membasuh kemaluan

ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺃﺭاﺩ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻫﻮ ﺟﻨﺐ ﻏﺴﻞ ﻓﺮﺟﻪ ﻭﺗﻮﺿﺄ ﻟﻠﺼﻼﺓ (ﻗ ﺩ ﻧ ﻫـ) ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ.

“Jika Nabi hendak tidur dalam keadaan junub maka Nabi membasuh kemaluan dan wudhu seperti wudhu untuk sholat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Aisyah)

3. Boleh langsung tidur

ﻭﻟﻷﺭﺑﻌﺔ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ: ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻫﻮ ﺟﻨﺐ, ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻤﺲ ﻣﺎء.

“Empat kitab Sunan hadis meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air.” (Bulughul Maram)

Namun demikian, ustadz Asy’ary tetap menyarankan sebaiknya mandi jinabat setelah junub atau minimal wudlu terlebih dahulu sebelum tidur.

Penyaji : Ustadz Asy’ary Muslih, S.H.I

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.