Remaja Musalla Al-ikhlas, Gandeng LTN PWNU Bali. Gelar Ngaji Kitab ihya’ ulumuddin

102

pwnubali.co.id – Selepas solat isya, gerimis masih membasahi tanah Denpasar, dingin menggigit-gigit tulang. Di lantai dua, gedung PWNU Provinsi Bali, tampak ramai dengan tetap taat protokol kesehatan. Terlihat dua gadis remaja. Riena dan Nikmah, menyandungkan qasidah, kesenangan kiai Maimun Zubair “Sa’duna Fiddunya” di iringi dengan pemukulan kendang rebana.

Pasalnya, Rabu malam itu (17/2), pukul 20:15 Wita Remaja Musala Al-ikhlas, jalan Gunung Ringin V, bekerjasama dengan LTN PWNU Bali dan Cahaya TV menggelar kegiatan rutin ngaji kitab Ihya’ ulumuddin karya Hujjatul Islam Imam Al-Gazali. Acara tesebut dilaksanakan di Musala PWNU Bali di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat dan disiarkan langsung di chanel Youtube PWNU Bali dan Cahaya TV.

Ja’far rizal, sebagai ketua Remaja Musala Al-Ikhlas, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin mingguan yang di gelar tiap Rabu malam yang diselenggarakan oleh Remaja Musala Al-Ikhlas.

“kegitan ngaji kitab ini adalah rutinan mingguan. Dan sengaja di tempatkan di sini (Kantor PWNU) agar kami lebih kenal dan dekat dengan kegitan NU” katanya.

Pria yang telah wisuda dari mengenyam pendidikan di Politeknik Negeri Bali tersebut menerangkan bahwa mempelajari (mengkaji) kitab munomental karya Muslim terkemuka Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, target utamanya adalah sebagai media pendalaman ilmu agama Islam untuk para remaja. Karena isi kitab tersebut juga berkenaan dengan kegiatan sehari-hari.

“Targetnya para remaja (melenial), disamping itu, karena isi dari kitab tersebut adalah penjelasan yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Semisal, makan, minum dan ibadah” tambahnya.

Kajian malam itu, adalah bab adab makan yang baik. Kiai Rofiq Manshur Abrar, pengampuh kitab tersebut menjelaskan adab makan yang baik menurut pandangan imam Ghazali, yakni memakan garam sebelum makan dan sebelum minum.

“Makan garam, sebelum nasi masuk kedalam perut. Dan sebelum minum untuk berhenti makan. Ini adalah sunnah” jelasnya.

Lebih jauh, Kiai Rofiq menerangkan, bahwa sunnah makan, adalah berhenti sebelum kenyang.

“sunnah makan yang di ajarkan nabi. Adalah berhenti sebelum kenyang” tambahnya.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Remaja Musala Al-Ikhlas, turut hadir pula dalam kesempatan tersebut adalah rekan-rekan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Denpasar.

Hingga pukul 21:58 Wita kegitan tersebut berakhir dan ditutup dengan pembacaan doa yang di pimpin langsung Kiai Rofiq Manshur Abrar. Sebagai hiburan acara kembali diiringi dengan qosidah penutup oleh Remaja Musala Al-Ikhlas.

Penulis : Saiful Qowi

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.