Ustad Ngaku-Ngaku Ahli Agama, Tapi Sesungguhnya Menyesatkan

0
958

PWNUBALI.OR.ID | BADUNG

KH. Muhammad Yusuf Chudlori menyampaikan, bahwa saat ini masyarakat dibingungkan oleh banyaknya para ustad yang bermunculan, mengaku ahli agama, dan paling islam. Tapi pembicaraannya, tingkah lakunya, mengherankan.

“Karena sebenarnya, orang semacam ini yang akan menikam dari belakang,” katanya saat memberi ceramah di acara dzikrul Ghofilin, di Masjid Al Fattah, Taman Griya, Jimbaran, Badung, Selasa, (11/12).

Kejadian semacam ini sesungguhnya telah terjadi sejak masa rasullah. Allah telah mengingatkan kepada Nabi Muhammad munculnya orang-orang seperti ini. “Rasullah sudah diingatkan, apalagi kita ummatnya,” Ujar Kiyai Muhammad.

Karena penting kita mengetahui mana guru yang mesti diikuti dan yang tidak. Menurut Gus Yusuf panggilan akrabnya, guru yang harus diikuti adalah guru yang mengajarkan ilmu dari dasar. “Alif, ba’, ta’ sampai kita bisa baca Alqur’an. Dari bersuci sampai bisa shalat,” tambahnya.

Selain itu, pengasuh Ponpes Tegalrejo, Magelang ini mengingatkan dalam mengikuti majelis yakni majelis yang membawa keberkahan. Seperti ketika pulang dari acara, nyampek rumah ibadahnya bertambah. Tidak hanya sekedar gebyar-gebyar saja dalam berkegiatan. Apalagi majelis yang memprovokasi sehingga dapat memecah belah persatuan.

“Kita harus cermati, apakah majelis membawa kebaikan, atau memprovokasi, atau memecah belah,” pesannya.

KH. Abdul Azis, Ketua PWNU Bali

Karenanya, Ketua PWNU Bali H. Abdul Aziz berpesan agar masyarakat lebih mendekatkan diri dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT. “Maraknya fitnah saat ini solusinya yakni dengan kita memperbanyak dzikir kepada Allah,” Pesan H. Aziz saat memberi sambutan.

Acara Muwasholah Alim Ulama dalam rangka Dzikrul Ghofilin Akbar Se-Bali dihadiri ulama-ulama dari latar belakang pondok pesantren berbeda-beda, diantaranya:

1. KH. Agus Sabuth Panoto Projo Ploso Kediri
2. H. Agus Fery Husnul Ma’ab Putra Gus Sabuth
3. KH. Noer M. Iskandar SQ Asshiddiqiyyah Jakarta
4. KH. Atho’illah sholahuddin Anwar Lirboyo Kediri
5. KH. M. Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang
6. KH. Noor Hadi Raudhlotul Huffadz Tabanan
7. Habib Mahdiy Al-Maghrobiy Klungkung
8. KH. Agus Nuril Huda Jember
9. KH. Agus Thoha Al-Amnaniy Denpasar
10. Gus Mudriek Baihaqi Magelang

Reportase: Wandi Abdullah
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.