Dikira Musibah, Ternyata Rezeki

0
406
IKSASS Tabanan

PWNUBALI.OR.ID | KH. Imam Mawardi berkisah tentang seorang laki-laki yang hidup di pedesaan, yang tiap harinya berjualan tahu ke kota. Setiap hari laki-laki itu harus melewati sawah dengan membawa dagangannya. Setelah itu, menaiki mobil menuju kota.

Pada suati hari, laki-laki itu mendapat ujian. Sang istri sedang sakit, dan anaknya butuh biaya untuk bayar sekolah. Akhirnya berdoa kepada Allah, agar dimurahkan rizkinya dengan membawa tahu lebih banyak untuk dijual. “Ya Allah, mudahkanlah Rezeki hamba. Istri hamba sedang sakit, dan anak butuh biaya sekolah,” kisah KH. Imam saat mengisi acara di Haul KH. Fawaid di Tabanan, Bali, (22/11).

KH. Imam Mawardi

Laki-laki itu berangkat membawa tahu dagangannya dua pikul. Seperti biasa, jalan yang dilewatinya sawah. Namun, hari itu jalan sangat licin, mengingat malam harinya hujan. Siapa kira, laki-laki itu terjatuh, dan tahu dagangannya tertumpah jatuh ke tanah. Rasa sedih dan kecewa dia rasakan, bukan malah dapat untung, malah buntung yang ada.

Terpaksa dia pulang kembali kerumah dengan hati sedih dan bingung. Tapi ketika jam sepuluh tiba, musibah itu berubah menjadi berkah.

“Karena tepat pada jam sepuluh, laki-laki itu mendapat kabar bahwa mobil yang biasanya ditumpangi kecelakaan yang berakibat meninggalnya semua penumpang,” katanya.

Bukan lagi sedih yang dirasakan, tapi rasa syukur yang begitu besar. “Terimakasih tuhan, Al-hamdulillah, seandainya saya tadi ikut ke kota jualan, mungkin saya juga akan mati,” lanjut kisahnya.

Tidak cukup disitu, sejam kemudian, pada jam sebelas ada orang cari tahu.

“Ada tahu, mas?
Ada, tapi hancur
Tidak apa-apa, saya memang cari yang hancur untuk diberikan ke itik saya,” ceritanya.

Pada waktu itu pula, semua tahu dagangan yang hancur laku tidak tersisa.

Reporter: Wandi
Editor: Dadie

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.